Rabu, Juni 11, 2014

Materi PAI SMA Kelas X



Mata Pelajaran                     : Pendidikan Agama Islam
Kelas                                     : X SMA
Pokok Bahasan                   : Dakwah Rasulullah saw. Periode Madinah
Tujuan/Indikator Pembelajaran    :
1.  Mengidentifikasi sebab2 hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah
2.  Menceritakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah
3.  Mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah

Uraian Materi                        :
A.  Sebab-sebab Hijrah Nabi Muhammad saw. Ke Yastrib (Madinah)

1.  Keadaan Yastrib dan Penduduknya sebelum Nabi Muhammad saw. ke Yastrib
Yastrib terletak di sebelah utara Mekkah. Pada masa jahiliyah, tempat ini merupakan sebuah kota yang cukup ramai dan banyak dikenal orang. Penduduk Madinah terdiri atas kabilah Aus dan Khazraj. Kedua kabilah ini tidak pernah berhenti bermusuhan, karena diadu domba oleh orang-orang Yahudi yang tinggal menetap di Madinah.
Orang-orang yang tergabung dalam kabilah Aus dan Khazraj sudah mempunyai pengetahuan tentang agama ketuhanaan dan tentang akan lahirnya seorang Nabi pada waktu yang dekat. Oleh karena itu, ketika mereka didakwahi oleh Nabi Muhammad saw. mereka menyambut dengan baik ajakan tersebut. Pada waktu itu juga, mereka langsung beriman dan bersedia menerima Islam sebagai agamanya. Mereka pun berjanji akan menyebarkan Islam kepada saudara-saudaranya.

2.  Sebab-sebab Nabi Muhammad saw. Hijrah ke Yastrib (Madinah)
Hijrah atau kepindahan Nabi Muhammad saw. dari Mekkah ke Yastrib (Madinah) merupakan bagian dari langkah perjuangan besar untuk memperoleh suatu kemenangan dan menghindarkan diri dari kemungkinan gagalnya gerakan dakwah secara keseluruhan.
Adapun sebab-sebab hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. beserta para pengikutnya antara lain sebagai berikut :
a.  Para pengikut Nabi Muhammad saw. tiada henti-hentinya mendapat ancaman, tekanan, hinaan dan siksaan dari kafir Quraisy diluar batas perikemanusiaan.
b.  Dalam penilaian Nabi Muhammad saw., Mekkah tidak lagi sesuai menjadi pusat dakwah Islam. Hal ini dirasakan terutama setelah kedua tokoh yang sangat berpengaruh, yaitu istri dan pamannya meninggal dunia. Kebencian orang kafir terhadap Nabi Muhammad saw. semakin menjadi-jadi. Mereka sudah berani menyakiti badan Nabi Muhammad saw.
c.   Nabi Muhammad saw. melihat tanda-tanda yang baik bagi perkembangan Islam di Madinah. Hal itu dapat dibuktikan ketika beliau mengajak kabilah Khazraj dan Aus untuk beriman kepada Allah, mereka menyambut dengan baik ajakan tersebut dan pada waktu itu juga langsung beriman dan bersedia menerima Islam sebagai agamanya.
d.  Langkah hijrah ke Yastrib (Madinah) dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. atas perintah Allah swt. Setelah beliau berdakwah selama 13 tahun di Mekkah tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.

3.  Rencana jahat kafir Quraisy untuk mencegah Nabi Muhammad saw. hijrah ke Yastrib
Kafir Quraisy sangat terkejut ketika mengetahui kaum muslimin sudah hijrah ke Yastrib. Kafir Quraisy sangat ketakutan jika Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya berkuasa di sana, mereka akan menyerang kafilah (rombongan) dagang mereka yang pulang pergi ke Syam.
Tokoh-tokoh kafir Quraisy segera bertemu di Darun Nadwah untuk bermusyawarah. Dalam pertemuan itu, ada beberapa usulan yang disampaikan oleh pemuka Quraisy, yaitu :
a.  Supaya Nabi Muhammad saw. dibelenggu dan dipenjarakan selama-lamanya sampai mati.
b.  Sebaiknya Muhammad saw. itu dibuang saja keluar Mekkah.
c.   Muhammad saw. harus dibunuh.
Pada akhirnya mereka bersepakat pada usulan yang ketiga yang disampaikaan oleh Abu Jahal, yaitu Muhammad saw. harus dibunuh. Untuk melaksanakan rencana tersebut, setiap suku Quraisy harus mengirim seorang pemuda pilihan.  Dengan demikian, jika Muhammad berhasil dibunuh maka nanti keluarganya tidak akan mampu menuntut balas kepada seluruh suku Quraisy.

B. Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad saw. ke Yastrib

1.  Persiapan hijrah Nabi Muhammad saw. ke Yastrib (Madinah)
Nabi Muhammad saw. telah bertekad meninggalkan Mekkah untuk hijrah ke Madinah. Walaupun tekadnya sudah bulat namun belum segera berangat, beliau menunggu wahyu (perintah) Allah swt.
Disela-sela penantian datangnya wahyu, beliau merencanakan langkah-langkah yang akan diambil dengan teliti, cermat dan penuh perhitungan. Beliau berunding dengan Abu Bakar mengenai perjalanan yang akan ditempuh dan cara menghindari kejaran para pemuda Quraisy.beliau pun mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, agar berjalan dengan lancar dan berhasil. Setelah itu beliau bertawakal kepada Allah, sebab segala sesuatu tak mungkin terlaksana tanpa kehendak dan izin Allah swt.
Wahyu tentang perintah hijrah akhirnya diterima dalam bentuk doa yang sangat indah, yaitu sebagai berikut :

Artinya :
“Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong (ku).” (Q.S. Al-Isra : 80)
Setelah menerima wahyu, Nabi Muhammad saw. segera mendatangi Abu Bakar untuk merencanakan langkah-langkah yang akan ditempuh dan segala hal yang diperlukan dalam perjalanan hijrah. Selain itu, Nabi Muhammad saw. meminta kesediaan Abu Bakar untuk menemaninya di perjalanan.

2.  Cara-cara Nabi Muhammad saw. menghindari pengejaran kafir Quraisy
a.  Mengelabui para pemuda Quraisy
Setelah selesai mempersiapkan rencana dan segala yang diperlukan, Nabi Muhammad saw. pulang ke rumah kediamannya. Ketika malam hari datang, Nabi Muhammad saw. melihat pemuda-pemuda kafir Quraisy sudah mulai mengepung rumahnya dari semua penjuru. Mereka bermaksud membunuh Nabi Muhammad saw. sesuai dengan kesepakatan para pemimpin kafir Quraisy di Darun Nadwah.
Pada malam yang menyeramkan itu, Nabi Muhammad saw. menyuruh Ali bin Abi Thalib supaya mengenakan pakaian yang biasa dipakai tidur oleh Nabi Muhammad saw. kemudian Ali bin Abi Thalib disuruh berbaring di tempat tidur beliau, supaya para pemuda yang mengepung itu menyangka bahwa beliau masih tidur.
Pada tengah malam saat para penjaga sedang lengah tertidur, Nabi Muhammad saw. berhasil menyelinap keluar dari rumah dan pergi ke rumah Abu Bakar. Kemudian mereka berdua keluar dari pintu belakang dengan menaiki unta yang sudah dipersiapkan oleh Abu Bakar menuju ke Gua Sur yang terletak di sebelah selatan Kota Mekkah dan bersembunyi di gua itu.
b.  Bersembunyi di Gua Sur
Setelah Nabi Muhammad saw. berhasil menyelinap dari kepungan para pemuda Quraisy, lalu beliau pergi ke rumah Abu Bakar. Kemudian mereka keluar melalui sebuah pintu kecil di belakang rumah menuju ke Gua Sur.
Gua Sur dijadikan tempat persembunyian sementara guna menyesatkan orang-orang yang mengejarnya.
c.   Mengupah jasa seorang pemandu berpengalaman
Untuk menghindari pengejaran yang dilakukan oleh kafir Quraisy, Nabi Muhammad saw. mengupah seorang pemandu yang berpengalaman mengenai jalan di tengah gurun sahara. Pilihan untuk pemandu jatuh kepada Abdullah bin Uraiqit.
Abdullah bin Uraiqit memandu mereka melalui jalan yang sangat jarang dilalui orang. Ia membawa Nabi Muhammad saw. ke arah selatan dekat pantai Laut Merah, kemudian ke sebelah utara menuju Madinah.

3.  Orang-orang (para sahabat) yang membantu Nabi Muhammad saw. hijrah ke Yastrib
Untuk kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan hijrah, Nabi Muhammad saw. telah merencanakannya dengan matang, termasuk menentukan orang-orang yang akan membantu dan diberi tugas khusus dalam perjalanan tersebut. Orang-orang yang dipilih oleh beliau antara lain sebagai berikut :
a.  Abu Bakar As-Siddiq
Abu Bakar As-Siddiq sangat besar perannya dalam membantu perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw. sejak persiapan sampai tiba di Yastrib, Abu Bakar As-Siddiq selalu mendampinginya.
b.  Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib menunda keberangkatannya hijrah bersama dengan sahabat yang lain. Sebab, ia disuruh oleh Nabi Muhammad saw. untuk mengembalikan barang-barang titipan orang lain yang ada pada beliau. Pada saat itu, orang-orang di Mekkah yang merasa khawatir terhadap barang berharga yang dimilikinya selalu menitipkannya kepada Nabi Muhammad saw. mereka melakukannya karena mengetahui kejujuran dan kesetiaan beliau dalam menjaga barang-barang amanat.
Di samping itu, Ali bin Abi Thalib membantu Nabi Muhammad saw. dari kepungan para pemuda Quraisy. Ia disuruh mengenakan pakaian yang biasa dipakai tidut oleh Nabi Muhammad saw. dan berbaring di tempat tidur Nabi Muhammad saw. Akibatnya para pemuda Quraisy terkecoh karena mereka menyangka bahwa Nabi Muhammad sa. Masih tidur.
c.   Putra-putri Abu Bakar dan Pembantunya
Abdullah, putra Abu Bakar, diberi tugas mencari berita mengenai apa yang dibicarakan orang tentang Nabi Muhammad saw. Berita tersebut harus disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. pada malam harinya.
Aisyah dan Asma diberi tugas menyediakan dan mengantarkan makanan selama Nabi Muhammad saw. dalam persembunyiannya.
Amir bin Furaihah, pembantu Abu Bakar, menggembalakan kambing milik Abu Bakar. Sore harinya kambing-kambing tersebut diserahkan kepada Abu Bakar untuk diperah susunya sebagai bekal di persembunyiannya. Amir juga diberi tugas mengikuti Abdullah dengan menggiring kambing untuk menghilangkan jejak tapak kaki Abdullah yang pulang menyampaikan berita kepada Nabi Muhammad saw. di persembunyiannya.
d.  Abdullah bin Uraiqit
Ia berperan sebagai pemandu perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw. melewati gurun sahara yang sangat jarang dilalui orang.

4.  Nabi Muhammad saw. di Gua Sur
jabal-tsur.jpg
Gambar 1.
Gua Sur. Di sini Nabi Muhammad saw. bersembunyi
Setelah para pemuda kair Quraisy mengetahui Nabi Muhammad saw. dapat meloloskan diri dari kepungan, lalu mereka segera mengejar. Mereka menelusuri semua jalan yang menuju ke Madinah, memeriksa setiap persembunyian, dan meneruskan pencariannya itu sampai ke bukit-bukit dan gua-gua di sekitar Mekkah. Akhirnya para pencari sampai juga di dekat gua Sur dan mereka bertemu dengan seorang penggembala. Ketika ditanya penggembala menjawab : “Mungkin saja mereka dalam gua itu, tetapi saya tidak melihat ada orang yang menuju kesana.”
Ketika mendengar jawaban itu, Abu Bakar langsung berkeringat. Ia takut orang kafir itu akan melihat ke dalam gua. Ia menahan nafas, tidak bergerak sedikitpun, dan hanya menyerahkan nasibnya kepada Allah swt. Kemudian Nabi Muhammad saw. berdoa kepada Allah swt.
Ketika ada salah seorang kafir Quraisy mencoba menaiki tebing gua, Abu Bakar semakin ketakutan. Nabi Muhammad saw. merapatkan tubuhnya, lalu berbisik “Janganlah bersedih hati! Allah bersama kita.”
Berkat doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, Allah swt. Berkenan memberikan mukjizat-Nya. Orang yang naik tebing gua itu turun kembali. Sebab dia melihat mulut gua dipenuhi oleh sarang laba-laba dalam keadaan utuh dan dua ekor burung merpati bertelur di jalan masuk Gua Sur. Jadi, menurutnya tidak mungkin ada orang bersembunyi di dalamnya. Atas pertolongan dan perlindungan Allah swt. Selamatlah Nabi Muhammad saw. dan sahabatnya, Abu Bakar, dari kejaran kafir Quraisy.
Setelah tiga hari tiga malam bersembunyi di dalam Gua Sur, Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar melanjutkan perjalanannya.
index.jpg
Gambar 2.
Mulut Gua Sur yang dipenuhi oleh sarang laba-laba.

5.  Kegigihan Suraqah untuk menangkap Nabi Muhammad saw.
Abdullah biin Uraiqit seorang pemandu berpengalaman memandu mereka melalui jalan-jalan yang sangat jarang dilalui orang. Ia membawa ke arah selatan dekat pantai Laut Merah, kemudian menuju ke sebelah Utara. Walaupun sangat hati-hati, masih saja ada seorang yang melihat perjalanan mereka dan mengabarkannya kepada kafir Quraisy. Kabar itu terdengar pula oleh Suraqah bin Malik dan ia tergiur dengan hadiah yang dijanjikan oleh pemuka kafir Quraisy berupa seratus ekor unta. Ia melesat mengejar rombongan Nabi Muhammad saw.
Tidak sulit bagi Suraqah bin Malik untuk mengejar rombongan Nabi Muhammad saw. dalam beberapa saat saja Suraqah bin Malik sudah berada di belakang Nabi Muhammad saw. dan siap untuk melemparkan tombaknya. Akan tetapi, tiba-tiba kuda yang ia tunggangi terantuk kakinya dan Suraqah pun jatuh terpelanting. Dengan pelan-pelan Suraqah bin Malik naik kembali ke atas kuda dan dihentakkan tali kekangnya, kuda lari sangat cepat hingga tiba di tempat yang tidak terlalu jauh jaraknya dari Nabi Muhammad saw. tiba-tiba Suraqah bin Malik terlempar sekali lagi. Ia bangun dengan sekujur tubuh berlumuran darah, kemudian memanggil-manggil minta diselamatkan.
Saat itu Suraqah bin Malik percaya bahwa Nabi Muhammad saw. adalah seorang pembawa kebenaran Ilahi. Ia meminta maaf dan mohon supaya Nabi Muhammad saw. memohonkan ampun kepada Allah. Nabi Muhammad saw. berkenan memaafkan dan memohonkan ampun kepada Allah swt. Serta berpesan agar tidak berusaha lagi untuk menangkap dirinya.
Suraqah bin Malik menyanggupi permintaan Nabi Muhammad saw., lalu kembali ke tempat asalnya. Ketika di tengah perjalanan, ia bertemu dengan orang yang sibuk mencari Nabi Muhammad saw., Suraqah bin Malik selalu menyarankan agar pulang saja dan menghentikan usaha pencariannya.

6.  Nabi Muhammad saw. di Quba
Nabi Muhammad saw. beserta Abu Bakar melanjutkan kembali perjalanannya dengan aman. Sebelum sampai di Madinah, beliau singgah di Quba. Quba adalah sebuah desa yang jaraknya sekitar 5 km dari Madinah. Beliau tinggal selama beberapa hari di Quba. Di sini Nabi Muhammad saw. sempat membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad saw. sebagai pusat peribadatan. Tak lama kemudian, Ali bin Abi Thalib tiba di Quba dan bergabung dengan Nabi Muhammad saw. setelah menyelesaikan segala urusan di Mekkah.

quba1.jpgquba4.jpg
Gambar 3 dan 4.
Masjid Quba.

7.  Nabi Muhammad saw. tiba di Yastrib
Pada hari Jum’at, 12 Rabiul Awal tahun ke-13 dari kenabian bertepatan dengan 24 September 622 M, sebagaimana penduduk Yastrib sudah berkerumun dan berdiri berjajar di batas kota menunggu kedatangan beliau. Saat itu cuaca sangat panas, mereka hampir putus asa dan sudah banyak yang hendak pulang. Tiba-tiba seseorang yang sedang berada di atas rumahnya melihat sebuah bayangan di tengah gurun sahara makin lama makin dekat. Ia berteriak : “... itulah dia sahabat kalian telah tiba ... itulah dia datuk kalian yang kalian tunggu-tunggu kedatangannya!”.
Mendengar teriakan itu, mereka tersentak dan semangat mereka untuk menyambut kedatangan beliau bangkit kembali. Mereka menyambut beliau dengan penuh kegembiraan. Takbir menggema di seluruh penjuru Yastrib. Saat itu, Yastrib berada dalam suasana pesta gembira.
Kaum perempuan keluar menyambut kedatangan Rasulullah saw. sambil menabuh rebana yang ada di tangan mereka dengan mendendangkan bait-bait syair, menyambut tamu agung yang datang kepada meraka.
Sesampainya di Madinah,  orang-orang terkemuka menawarkan diri supaya Nabi Muhammad saw. tinggal di tempat mereka. Nabi Muhammad saw. meminta maaf karena tidak dapat memenuhi tawaran mereka. Nabi Muhammad saw. membiarkan untanya berjalan. Setibanya di tempat penjemuran kurma, unta itu berhenti. Nabi Muhammad saw. turun dari untanya dan menanyakan siapa pemilik tempat tersebut. Ternyata tempat tersebut milik dua orang anak yatim bernama Sahal dan Suhail. Setelah dibicarakan dengan wali anak yatim itu maka tanah itu dibeli oleh Nabi Muhammad saw. untuk  dijadikan masjid dan sekaligus tempat tinggalnya.
Sementara masjid itu dibangun, Nabi Muhammad saw. tinggal di rumah Abu Ayub al-Ansari. Dalam pembangunan masjid ini, Nabi Muhammad saw. ikut bekerja sama dengan para sahabatnya. Selesai dibangun, di samping masjid dibangun pula tempat tinggal Nabi Muhammad saw. dan keluarganya.

8.  Pembangunan Masjid Nabawi
Pada kegiatan pembangunan masjid, Rasulullah saw. tidak tinggal diam, beliau ikut serta dengan para sahabat bahu membahu bergotong royong mendirikan masjid tersebut. Ketika itu Rasulullah saw. membawa sendiri batu bata bersama para sahabat.
Pembangunan masjid itu selesai dalam waktu 3 bulan. Setelah pembangunan masjid selesai, beliau mendirikan salat di dalamnya. Kemudian memindahkan keluarganya ke kamar-kamar yang telah dibangun di sisi masjid.
Masjid itu oleh Rasulullah saw. dijadikan sebagai pusat kegiatan dan sebagai tempat penyambutan para tamu yang hendak menghadap beliau. Rasulullah saw. pun menjadikan masjid sebagai lembaga pendidikan untuk mengajarkan ilmu-ilmu dan pusat memikirkan segala urusan kaum muslimin, bahkan beliau menjadikan masjid sebagai tempat pertemuan bagi mereka.
masjid-nabawi1.jpg
Gambar 5.
Suasana Masjid Nabawi sekarang yang telah diperluas dan direnovasi
 (Masjid ini awalnya dibangun oleh Nabi Muhammad saw. bersama kaum Muhajirin dan Ansar)

C. Substansi dan strategi Dakwah Rasulullah saw. Periode Madinah
Beberapa hal yang dilakukan oleh Rasulullah saw. berkaitan dengan substansi dan strategi dakwah pada periode Madinah antara lain :
1.  Membina masyarakat muslim melalui persaudaraaan antara kaum Muhajirin dan Ansar.
2.  Memelihara dan mempertahankan masyarakat muslim.
3.  Meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi, sosial dan lain-lain untuk masyarakat Islam, seperti pada usaha-usaha yang dilakukan Nabi Muhammad saw.sebagai berikut :
a.  Mendirikan masjid yang berfungsi sebagai sarana menyatukan umat, membina masyarakat, mengerjakan salat erjamaah, bersilaturrahmi dan musyawarah.
b.  Mempersaudarakan  kaum Muhajirin (kaum muslimin yang pindah dari Mekkah) dan Ansar (kaum muslimin Madinah yang menerima kedatangankaum muslimin dari Mekkah).
c.   Mengadakan perjanjian damai dan saling membantu antara kaum muslimin dan Yahudi.
d.  Mewajibkan ibadah-ibadah pokok seperti salat, zakat, puasa dan haji. Nabi Muhammad saw. memberikan contoh dan cara pelaksanaannya dan sekaligus membina para pengikutnya untuk taat dan patuh dalam melaksanakannya.
e.  Mengatur penggunaan harta kekayaan agar tidak terkumpul di tangan orang tertentu dengan cara : melarang riba, pengelolaan zakat harta, memberikan pertolongan kepada fakir miskin, melarang berlaku boros, melarang pencurian dan melarang perjudian dan minum khamr.
f.    Mengatur harta kekayaan dalam keluarga seperti : menetapkan hak istri, menetapkan hak anak, dan mengatur pembagian harta warisan.
g.  Membentuk pasukan tentara serta melatih para sahabat tentang ketangkasan berperang dan ilmu perang.

D.  Hikmah Sejarah Dakwah Rasulullah saw. periode Madinah
Beberapa hikmah yang dapat diambil dari sejarah dakwah dan pengembangan Islam pada periode Madinah, antara lain sebagai berikut :
1.  Terjalinnya pesaudaraan sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Muhajirin dan Ansar dapat memberikan rasa aman, tenteram serta memperkuat ukhuwah islamiyah.
2.  Sikap menjaga persatuan dan saling menghormati antar sesama pemeluk agama dapat terwujud dengan cara mengadakan perjanjian dan berkomitmen menepati janji seperti halnya yang dilakukan oleh kaum muslim dan Yahudi di kota Madinah.
3.  Menumbuh kembangkan tolong menolong antara yang kuat dengan yang lemah, yang kaya dengan yang miskin.
4.  Memahami bahwa umat Islam harus berpegang pada aturan Allah swt.
5.  Memahami dan menyadari bahwa kita wajib menjalin hubungan yang baik dengan Allah dan dengan sesama manusia.
6.  Kita mendapat warisan yang sangat menentukan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat, yaitu dua pusaka, kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah rasul.
7.  Menjadikan perjuangan Rasulullah saw. sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam menyiarkan Islam berdasarkan peraturan Allah.
8.  Terciptanya hubungan yang kondusif, yaitu saling memerlukan dan membutuhkan antara si kaya (pihak yang membantu) dan miskin (pihak yang dibantu).

E.  Meneladani Kesabaran Nabi Muhammad saw. dalam menghadapi Orang Kafir ketika hijrah ke Yastrib 
Pada waktu Nabi Muhammad saw. akan melakukan hijrah ke Madinah, tidak sedikit rintangan dan halangan yang dihadapi Nabi Muhammad saw., terutama dari kaum kafir Quraisy. Segala macam cara dilakukan oleh mereka untuk menggagalkan keberangkatan Nabi Muhammad saw. ke Madinah. Bahkan mereka berusaha agar dapat membunuh Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw. tidak gentar sedikitpun terhadap tekanan dan ancaman dari kaum kafir. Semuanya itu dihadapi dengan penuh kesabaran. Beliau tidak pernah merasa dendam terhadap orang yang pernah menyakitinya. Bahkan semuanya itu dibalas dengan kebaikan. Dengan sikap sabar yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw. ini, membuat orang yang memusuhinya menjadi malu dan segan, yang pada akhirnya menyatakan diri masuk Islam.
Sebagai seorang muslim, hendaknya kita dapat meneladani kesabaran Nabi Muhammad saw. tersebut dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sebab, sikap sabar termasuk salah satu akhlak terpuji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar