Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas : X SMA
Pokok Bahasan : Dakwah Rasulullah saw.
Periode Madinah
Tujuan/Indikator
Pembelajaran :
1. Mengidentifikasi sebab2
hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah
2. Menceritakan peristiwa
hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah
3. Mengambil hikmah dari
peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah
Uraian
Materi :
|
A. Sebab-sebab Hijrah
Nabi Muhammad saw. Ke Yastrib (Madinah)
1. Keadaan Yastrib dan
Penduduknya sebelum Nabi Muhammad saw. ke Yastrib
Yastrib terletak di
sebelah utara Mekkah. Pada masa jahiliyah, tempat ini merupakan sebuah kota
yang cukup ramai dan banyak dikenal orang. Penduduk Madinah terdiri atas
kabilah Aus dan Khazraj. Kedua
kabilah ini tidak pernah berhenti bermusuhan, karena diadu domba oleh
orang-orang Yahudi yang tinggal menetap di Madinah.
Orang-orang yang tergabung
dalam kabilah Aus dan Khazraj sudah
mempunyai pengetahuan tentang agama ketuhanaan dan tentang akan lahirnya
seorang Nabi pada waktu yang dekat. Oleh karena itu, ketika mereka didakwahi
oleh Nabi Muhammad saw. mereka menyambut dengan baik ajakan tersebut. Pada
waktu itu juga, mereka langsung beriman dan bersedia menerima Islam sebagai
agamanya. Mereka pun berjanji akan menyebarkan Islam kepada
saudara-saudaranya.
2. Sebab-sebab Nabi
Muhammad saw. Hijrah ke Yastrib (Madinah)
Hijrah
atau kepindahan Nabi Muhammad saw. dari Mekkah ke Yastrib (Madinah) merupakan
bagian dari langkah perjuangan besar untuk memperoleh suatu kemenangan dan
menghindarkan diri dari kemungkinan gagalnya gerakan dakwah secara
keseluruhan.
Adapun
sebab-sebab hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. beserta para pengikutnya
antara lain sebagai berikut :
a. Para pengikut Nabi Muhammad saw. tiada henti-hentinya
mendapat ancaman, tekanan, hinaan dan siksaan dari kafir Quraisy diluar batas
perikemanusiaan.
b. Dalam penilaian Nabi Muhammad saw., Mekkah tidak lagi
sesuai menjadi pusat dakwah Islam. Hal ini dirasakan terutama setelah kedua
tokoh yang sangat berpengaruh, yaitu istri dan pamannya meninggal dunia.
Kebencian orang kafir terhadap Nabi Muhammad saw. semakin menjadi-jadi.
Mereka sudah berani menyakiti badan Nabi Muhammad saw.
c. Nabi Muhammad saw. melihat tanda-tanda yang baik bagi
perkembangan Islam di Madinah. Hal itu dapat dibuktikan ketika beliau
mengajak kabilah Khazraj dan Aus untuk beriman kepada Allah, mereka menyambut
dengan baik ajakan tersebut dan pada waktu itu juga langsung beriman dan
bersedia menerima Islam sebagai agamanya.
d. Langkah hijrah ke Yastrib (Madinah) dilakukan oleh Nabi
Muhammad saw. atas perintah Allah swt. Setelah beliau berdakwah selama 13
tahun di Mekkah tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
3. Rencana jahat kafir
Quraisy untuk mencegah Nabi Muhammad saw. hijrah ke Yastrib
Kafir
Quraisy sangat terkejut ketika mengetahui kaum muslimin sudah hijrah ke
Yastrib. Kafir Quraisy sangat ketakutan jika Nabi Muhammad saw. dan para
pengikutnya berkuasa di sana, mereka akan menyerang kafilah (rombongan)
dagang mereka yang pulang pergi ke Syam.
Tokoh-tokoh
kafir Quraisy segera bertemu di Darun Nadwah untuk bermusyawarah. Dalam
pertemuan itu, ada beberapa usulan yang disampaikan oleh pemuka Quraisy,
yaitu :
a. Supaya Nabi Muhammad saw. dibelenggu dan dipenjarakan
selama-lamanya sampai mati.
b. Sebaiknya Muhammad saw. itu dibuang saja keluar Mekkah.
c. Muhammad saw. harus dibunuh.
Pada akhirnya mereka
bersepakat pada usulan yang ketiga yang disampaikaan oleh Abu Jahal, yaitu
Muhammad saw. harus dibunuh. Untuk melaksanakan rencana tersebut, setiap suku
Quraisy harus mengirim seorang pemuda pilihan. Dengan demikian, jika Muhammad berhasil
dibunuh maka nanti keluarganya tidak akan mampu menuntut balas kepada seluruh
suku Quraisy.
B. Peristiwa Hijrah
Nabi Muhammad saw. ke Yastrib
1. Persiapan hijrah
Nabi Muhammad saw. ke Yastrib (Madinah)
Nabi Muhammad saw. telah bertekad meninggalkan Mekkah
untuk hijrah ke Madinah. Walaupun tekadnya sudah bulat namun belum segera
berangat, beliau menunggu wahyu (perintah) Allah swt.
Disela-sela penantian datangnya wahyu, beliau
merencanakan langkah-langkah yang akan diambil dengan teliti, cermat dan
penuh perhitungan. Beliau berunding dengan Abu Bakar mengenai perjalanan yang
akan ditempuh dan cara menghindari kejaran para pemuda Quraisy.beliau pun
mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, agar berjalan dengan lancar dan
berhasil. Setelah itu beliau bertawakal kepada Allah, sebab segala sesuatu
tak mungkin terlaksana tanpa kehendak dan izin Allah swt.
Wahyu tentang perintah hijrah akhirnya diterima dalam
bentuk doa yang sangat indah, yaitu sebagai berikut :
Artinya :
“Dan katakanlah (Muhammad), ya
Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke
tempat keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang
dapat menolong (ku).” (Q.S. Al-Isra : 80)
Setelah
menerima wahyu, Nabi Muhammad saw. segera mendatangi Abu Bakar untuk
merencanakan langkah-langkah yang akan ditempuh dan segala hal yang
diperlukan dalam perjalanan hijrah. Selain itu, Nabi Muhammad saw. meminta
kesediaan Abu Bakar untuk menemaninya di perjalanan.
2. Cara-cara Nabi
Muhammad saw. menghindari pengejaran kafir Quraisy
a.
Mengelabui para
pemuda Quraisy
Setelah
selesai mempersiapkan rencana dan segala yang diperlukan, Nabi Muhammad saw.
pulang ke rumah kediamannya. Ketika malam hari datang, Nabi Muhammad saw.
melihat pemuda-pemuda kafir Quraisy sudah mulai mengepung rumahnya dari semua
penjuru. Mereka bermaksud membunuh Nabi Muhammad saw. sesuai dengan
kesepakatan para pemimpin kafir Quraisy di Darun Nadwah.
Pada
malam yang menyeramkan itu, Nabi Muhammad saw. menyuruh Ali bin Abi Thalib
supaya mengenakan pakaian yang biasa dipakai tidur oleh Nabi Muhammad saw.
kemudian Ali bin Abi Thalib disuruh berbaring di tempat tidur beliau, supaya
para pemuda yang mengepung itu menyangka bahwa beliau masih tidur.
Pada
tengah malam saat para penjaga sedang lengah tertidur, Nabi Muhammad saw.
berhasil menyelinap keluar dari rumah dan pergi ke rumah Abu Bakar. Kemudian
mereka berdua keluar dari pintu belakang dengan menaiki unta yang sudah
dipersiapkan oleh Abu Bakar menuju ke Gua Sur yang terletak di sebelah
selatan Kota Mekkah dan bersembunyi di gua itu.
b.
Bersembunyi di Gua
Sur
Setelah
Nabi Muhammad saw. berhasil menyelinap dari kepungan para pemuda Quraisy,
lalu beliau pergi ke rumah Abu Bakar. Kemudian mereka keluar melalui sebuah pintu
kecil di belakang rumah menuju ke Gua Sur.
Gua
Sur dijadikan tempat persembunyian sementara guna menyesatkan orang-orang
yang mengejarnya.
c.
Mengupah jasa
seorang pemandu berpengalaman
Untuk
menghindari pengejaran yang dilakukan oleh kafir Quraisy, Nabi Muhammad saw.
mengupah seorang pemandu yang berpengalaman mengenai jalan di tengah gurun
sahara. Pilihan untuk pemandu jatuh kepada Abdullah bin Uraiqit.
Abdullah
bin Uraiqit memandu mereka melalui jalan yang sangat jarang dilalui orang. Ia
membawa Nabi Muhammad saw. ke arah selatan dekat pantai Laut Merah, kemudian
ke sebelah utara menuju Madinah.
3. Orang-orang (para
sahabat) yang membantu Nabi Muhammad saw. hijrah ke Yastrib
Untuk
kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan hijrah, Nabi Muhammad saw. telah
merencanakannya dengan matang, termasuk menentukan orang-orang yang akan
membantu dan diberi tugas khusus dalam perjalanan tersebut. Orang-orang yang
dipilih oleh beliau antara lain sebagai berikut :
a.
Abu Bakar As-Siddiq
Abu
Bakar As-Siddiq sangat besar perannya dalam membantu perjalanan hijrah Nabi
Muhammad saw. sejak persiapan sampai tiba di Yastrib, Abu Bakar As-Siddiq
selalu mendampinginya.
b.
Ali bin Abi Thalib
Ali
bin Abi Thalib menunda keberangkatannya hijrah bersama dengan sahabat yang
lain. Sebab, ia disuruh oleh Nabi Muhammad saw. untuk mengembalikan
barang-barang titipan orang lain yang ada pada beliau. Pada saat itu,
orang-orang di Mekkah yang merasa khawatir terhadap barang berharga yang
dimilikinya selalu menitipkannya kepada Nabi Muhammad saw. mereka
melakukannya karena mengetahui kejujuran dan kesetiaan beliau dalam menjaga
barang-barang amanat.
Di
samping itu, Ali bin Abi Thalib membantu Nabi Muhammad saw. dari kepungan
para pemuda Quraisy. Ia disuruh mengenakan pakaian yang biasa dipakai tidut
oleh Nabi Muhammad saw. dan berbaring di tempat tidur Nabi Muhammad saw.
Akibatnya para pemuda Quraisy terkecoh karena mereka menyangka bahwa Nabi
Muhammad sa. Masih tidur.
c.
Putra-putri Abu
Bakar dan Pembantunya
Abdullah,
putra Abu Bakar, diberi tugas mencari berita mengenai apa yang dibicarakan
orang tentang Nabi Muhammad saw. Berita tersebut harus disampaikan kepada
Nabi Muhammad saw. pada malam harinya.
Aisyah
dan Asma diberi tugas menyediakan dan mengantarkan makanan selama Nabi
Muhammad saw. dalam persembunyiannya.
Amir
bin Furaihah, pembantu Abu Bakar, menggembalakan kambing milik Abu Bakar.
Sore harinya kambing-kambing tersebut diserahkan kepada Abu Bakar untuk
diperah susunya sebagai bekal di persembunyiannya. Amir juga diberi tugas
mengikuti Abdullah dengan menggiring kambing untuk menghilangkan jejak tapak
kaki Abdullah yang pulang menyampaikan berita kepada Nabi Muhammad saw. di
persembunyiannya.
d.
Abdullah bin
Uraiqit
Ia
berperan sebagai pemandu perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw. melewati gurun
sahara yang sangat jarang dilalui orang.
4. Nabi Muhammad saw.
di Gua Sur
![]()
Gambar 1.
Gua Sur. Di sini Nabi Muhammad saw.
bersembunyi
Setelah
para pemuda kair Quraisy mengetahui Nabi Muhammad saw. dapat meloloskan diri
dari kepungan, lalu mereka segera mengejar. Mereka menelusuri semua jalan
yang menuju ke Madinah, memeriksa setiap persembunyian, dan meneruskan
pencariannya itu sampai ke bukit-bukit dan gua-gua di sekitar Mekkah.
Akhirnya para pencari sampai juga di dekat gua Sur dan mereka bertemu dengan
seorang penggembala. Ketika ditanya penggembala menjawab : “Mungkin saja
mereka dalam gua itu, tetapi saya tidak melihat ada orang yang menuju
kesana.”
Ketika
mendengar jawaban itu, Abu Bakar langsung berkeringat. Ia takut orang kafir
itu akan melihat ke dalam gua. Ia menahan nafas, tidak bergerak sedikitpun,
dan hanya menyerahkan nasibnya kepada Allah swt. Kemudian Nabi Muhammad saw.
berdoa kepada Allah swt.
Ketika
ada salah seorang kafir Quraisy mencoba menaiki tebing gua, Abu Bakar semakin
ketakutan. Nabi Muhammad saw. merapatkan tubuhnya, lalu berbisik “Janganlah
bersedih hati! Allah bersama kita.”
Berkat
doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, Allah swt. Berkenan memberikan
mukjizat-Nya. Orang yang naik tebing gua itu turun kembali. Sebab dia melihat
mulut gua dipenuhi oleh sarang laba-laba dalam keadaan utuh dan dua ekor
burung merpati bertelur di jalan masuk Gua Sur. Jadi, menurutnya tidak
mungkin ada orang bersembunyi di dalamnya. Atas pertolongan dan perlindungan
Allah swt. Selamatlah Nabi Muhammad saw. dan sahabatnya, Abu Bakar, dari
kejaran kafir Quraisy.
Setelah
tiga hari tiga malam bersembunyi di dalam Gua Sur, Nabi Muhammad saw. dan Abu
Bakar melanjutkan perjalanannya.
Gambar
2.
Mulut
Gua Sur yang dipenuhi oleh sarang laba-laba.
5. Kegigihan Suraqah
untuk menangkap Nabi Muhammad saw.
Abdullah
biin Uraiqit seorang pemandu berpengalaman memandu mereka melalui jalan-jalan
yang sangat jarang dilalui orang. Ia membawa ke arah selatan dekat pantai
Laut Merah, kemudian menuju ke sebelah Utara. Walaupun sangat hati-hati,
masih saja ada seorang yang melihat perjalanan mereka dan mengabarkannya
kepada kafir Quraisy. Kabar itu terdengar pula oleh Suraqah bin Malik dan ia
tergiur dengan hadiah yang dijanjikan oleh pemuka kafir Quraisy berupa
seratus ekor unta. Ia melesat mengejar rombongan Nabi Muhammad saw.
Tidak
sulit bagi Suraqah bin Malik untuk mengejar rombongan Nabi Muhammad saw. dalam
beberapa saat saja Suraqah bin Malik sudah berada di belakang Nabi Muhammad
saw. dan siap untuk melemparkan tombaknya. Akan tetapi, tiba-tiba kuda yang
ia tunggangi terantuk kakinya dan Suraqah pun jatuh terpelanting. Dengan
pelan-pelan Suraqah bin Malik naik kembali ke atas kuda dan dihentakkan tali
kekangnya, kuda lari sangat cepat hingga tiba di tempat yang tidak terlalu
jauh jaraknya dari Nabi Muhammad saw. tiba-tiba Suraqah bin Malik terlempar
sekali lagi. Ia bangun dengan sekujur tubuh berlumuran darah, kemudian
memanggil-manggil minta diselamatkan.
Saat
itu Suraqah bin Malik percaya bahwa Nabi Muhammad saw. adalah seorang pembawa
kebenaran Ilahi. Ia meminta maaf dan mohon supaya Nabi Muhammad saw.
memohonkan ampun kepada Allah. Nabi Muhammad saw. berkenan memaafkan dan
memohonkan ampun kepada Allah swt. Serta berpesan agar tidak berusaha lagi
untuk menangkap dirinya.
Suraqah
bin Malik menyanggupi permintaan Nabi Muhammad saw., lalu kembali ke tempat
asalnya. Ketika di tengah perjalanan, ia bertemu dengan orang yang sibuk
mencari Nabi Muhammad saw., Suraqah bin Malik selalu menyarankan agar pulang
saja dan menghentikan usaha pencariannya.
6. Nabi Muhammad saw.
di Quba
Nabi
Muhammad saw. beserta Abu Bakar melanjutkan kembali perjalanannya dengan
aman. Sebelum sampai di Madinah, beliau singgah di Quba. Quba adalah sebuah
desa yang jaraknya sekitar 5 km dari Madinah. Beliau tinggal selama beberapa
hari di Quba. Di sini Nabi Muhammad saw. sempat membangun sebuah masjid yang
diberi nama Masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun oleh Nabi
Muhammad saw. sebagai pusat peribadatan. Tak lama kemudian, Ali bin Abi
Thalib tiba di Quba dan bergabung dengan Nabi Muhammad saw. setelah
menyelesaikan segala urusan di Mekkah.
![]() ![]()
Gambar
3 dan 4.
Masjid
Quba.
7. Nabi Muhammad saw.
tiba di Yastrib
Pada
hari Jum’at, 12 Rabiul Awal tahun ke-13 dari kenabian bertepatan dengan 24
September 622 M, sebagaimana penduduk Yastrib sudah berkerumun dan berdiri
berjajar di batas kota menunggu kedatangan beliau. Saat itu cuaca sangat
panas, mereka hampir putus asa dan sudah banyak yang hendak pulang. Tiba-tiba
seseorang yang sedang berada di atas rumahnya melihat sebuah bayangan di
tengah gurun sahara makin lama makin dekat. Ia berteriak : “... itulah dia
sahabat kalian telah tiba ... itulah dia datuk kalian yang kalian
tunggu-tunggu kedatangannya!”.
Mendengar
teriakan itu, mereka tersentak dan semangat mereka untuk menyambut kedatangan
beliau bangkit kembali. Mereka menyambut beliau dengan penuh kegembiraan.
Takbir menggema di seluruh penjuru Yastrib. Saat itu, Yastrib berada dalam
suasana pesta gembira.
Kaum
perempuan keluar menyambut kedatangan Rasulullah saw. sambil menabuh rebana
yang ada di tangan mereka dengan mendendangkan bait-bait syair, menyambut
tamu agung yang datang kepada meraka.
Sesampainya
di Madinah, orang-orang terkemuka
menawarkan diri supaya Nabi Muhammad saw. tinggal di tempat mereka. Nabi
Muhammad saw. meminta maaf karena tidak dapat memenuhi tawaran mereka. Nabi
Muhammad saw. membiarkan untanya berjalan. Setibanya di tempat penjemuran
kurma, unta itu berhenti. Nabi Muhammad saw. turun dari untanya dan
menanyakan siapa pemilik tempat tersebut. Ternyata tempat tersebut milik dua
orang anak yatim bernama Sahal dan Suhail. Setelah dibicarakan dengan wali
anak yatim itu maka tanah itu dibeli oleh Nabi Muhammad saw. untuk dijadikan masjid dan sekaligus tempat
tinggalnya.
Sementara
masjid itu dibangun, Nabi Muhammad saw. tinggal di rumah Abu Ayub al-Ansari.
Dalam pembangunan masjid ini, Nabi Muhammad saw. ikut bekerja sama dengan
para sahabatnya. Selesai dibangun, di samping masjid dibangun pula tempat
tinggal Nabi Muhammad saw. dan keluarganya.
8. Pembangunan Masjid
Nabawi
Pada
kegiatan pembangunan masjid, Rasulullah saw. tidak tinggal diam, beliau ikut
serta dengan para sahabat bahu membahu bergotong royong mendirikan masjid
tersebut. Ketika itu Rasulullah saw. membawa sendiri batu bata bersama para
sahabat.
Pembangunan
masjid itu selesai dalam waktu 3 bulan. Setelah pembangunan masjid selesai,
beliau mendirikan salat di dalamnya. Kemudian memindahkan keluarganya ke
kamar-kamar yang telah dibangun di sisi masjid.
Masjid
itu oleh Rasulullah saw. dijadikan sebagai pusat kegiatan dan sebagai tempat
penyambutan para tamu yang hendak menghadap beliau. Rasulullah saw. pun
menjadikan masjid sebagai lembaga pendidikan untuk mengajarkan ilmu-ilmu dan
pusat memikirkan segala urusan kaum muslimin, bahkan beliau menjadikan masjid
sebagai tempat pertemuan bagi mereka.
![]()
Gambar
5.
Suasana
Masjid Nabawi sekarang yang telah diperluas dan direnovasi
(Masjid ini awalnya dibangun oleh Nabi
Muhammad saw. bersama kaum Muhajirin dan Ansar)
C. Substansi dan
strategi Dakwah Rasulullah saw. Periode Madinah
Beberapa
hal yang dilakukan oleh Rasulullah saw. berkaitan dengan substansi dan
strategi dakwah pada periode Madinah antara lain :
1.
Membina masyarakat
muslim melalui persaudaraaan antara kaum Muhajirin dan Ansar.
2.
Memelihara dan
mempertahankan masyarakat muslim.
3.
Meletakkan
dasar-dasar politik, ekonomi, sosial dan lain-lain untuk masyarakat Islam, seperti
pada usaha-usaha yang dilakukan Nabi Muhammad saw.sebagai berikut :
a.
Mendirikan masjid
yang berfungsi sebagai sarana menyatukan umat, membina masyarakat,
mengerjakan salat erjamaah, bersilaturrahmi dan musyawarah.
b.
Mempersaudarakan kaum Muhajirin (kaum muslimin yang pindah
dari Mekkah) dan Ansar (kaum muslimin Madinah yang menerima kedatangankaum
muslimin dari Mekkah).
c.
Mengadakan
perjanjian damai dan saling membantu antara kaum muslimin dan Yahudi.
d.
Mewajibkan
ibadah-ibadah pokok seperti salat, zakat, puasa dan haji. Nabi Muhammad saw.
memberikan contoh dan cara pelaksanaannya dan sekaligus membina para
pengikutnya untuk taat dan patuh dalam melaksanakannya.
e.
Mengatur penggunaan
harta kekayaan agar tidak terkumpul di tangan orang tertentu dengan cara : melarang
riba, pengelolaan zakat harta, memberikan pertolongan kepada fakir miskin,
melarang berlaku boros, melarang pencurian dan melarang perjudian dan minum
khamr.
f.
Mengatur harta
kekayaan dalam keluarga seperti : menetapkan hak istri, menetapkan hak anak,
dan mengatur pembagian harta warisan.
g.
Membentuk pasukan
tentara serta melatih para sahabat tentang ketangkasan berperang dan ilmu
perang.
D. Hikmah Sejarah Dakwah Rasulullah saw.
periode Madinah
Beberapa
hikmah yang dapat diambil dari sejarah dakwah dan pengembangan Islam pada
periode Madinah, antara lain sebagai berikut :
1.
Terjalinnya
pesaudaraan sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Muhajirin dan Ansar dapat
memberikan rasa aman, tenteram serta memperkuat ukhuwah islamiyah.
2.
Sikap menjaga
persatuan dan saling menghormati antar sesama pemeluk agama dapat terwujud
dengan cara mengadakan perjanjian dan berkomitmen menepati janji seperti
halnya yang dilakukan oleh kaum muslim dan Yahudi di kota Madinah.
3.
Menumbuh kembangkan
tolong menolong antara yang kuat dengan yang lemah, yang kaya dengan yang
miskin.
4.
Memahami bahwa umat
Islam harus berpegang pada aturan Allah swt.
5.
Memahami dan
menyadari bahwa kita wajib menjalin hubungan yang baik dengan Allah dan
dengan sesama manusia.
6.
Kita mendapat
warisan yang sangat menentukan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat,
yaitu dua pusaka, kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah rasul.
7.
Menjadikan
perjuangan Rasulullah saw. sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam
menyiarkan Islam berdasarkan peraturan Allah.
8.
Terciptanya hubungan
yang kondusif, yaitu saling memerlukan dan membutuhkan antara si kaya (pihak
yang membantu) dan miskin (pihak yang dibantu).
E. Meneladani
Kesabaran Nabi Muhammad saw. dalam menghadapi Orang Kafir ketika hijrah ke
Yastrib
Pada
waktu Nabi Muhammad saw. akan melakukan hijrah ke Madinah, tidak sedikit
rintangan dan halangan yang dihadapi Nabi Muhammad saw., terutama dari kaum
kafir Quraisy. Segala macam cara dilakukan oleh mereka untuk menggagalkan
keberangkatan Nabi Muhammad saw. ke Madinah. Bahkan mereka berusaha agar
dapat membunuh Nabi Muhammad saw.
Nabi
Muhammad saw. tidak gentar sedikitpun terhadap tekanan dan ancaman dari kaum
kafir. Semuanya itu dihadapi dengan penuh kesabaran. Beliau tidak pernah
merasa dendam terhadap orang yang pernah menyakitinya. Bahkan semuanya itu
dibalas dengan kebaikan. Dengan sikap sabar yang ditunjukkan oleh Nabi
Muhammad saw. ini, membuat orang yang memusuhinya menjadi malu dan segan,
yang pada akhirnya menyatakan diri masuk Islam.
Sebagai
seorang muslim, hendaknya kita dapat meneladani kesabaran Nabi Muhammad saw.
tersebut dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sebab, sikap sabar termasuk
salah satu akhlak terpuji.
|






Tidak ada komentar:
Posting Komentar